SEJARAH SEMEN DAN BETON (Bagian 1/3)


Permulaan Penggunaan (ERA 5600 – 300 SM)

Dalam ilmu geologi, sementasi (proses pengikatan) dan pembetonan terjadi ketika suatu proses yang disebut litifikasi berlangsung, yang artinya partikel bantuan lepas diikat bersama oleh suatu mineral seperti Kalsium Karbonat (Calcite) atau Oksida Besi (Limonite). Manusia mengenal fenomena alam ini dan mulai mencoba (trial & error) untuk membuat duplikasi proses tersebut.

Bangunan beton tertua yang ditemukan adalah dari tahun 5600 Sebelum Masehi (SM) di Tepian Sungai Danube di Lepenski Vir, di mantan Negara Yugoslavia (Gambar 1). Lantai yang berbentuk trapesium tebalnya 25 cm, dibuat dari campuran kapur merah (diangkut hamper 200 mil ke hulu), pasir dan kerikil, lalu ditambahkan air. Beton tersebut kemudian dituang dan dipadatkan membentuk lantai. Lantai ini menjadi dasar untuk gubuk dari sebuah desa para pemburu dan pengail dari jaman batu (Neolitik).

Gambar 1. Lantai Trapesium di Lepenski Vir

Ada catatan bahwa bangsa Assyria dan Babilonia kuno telah menggunakan tanah liat sebagai semen pengikat. Bahkan ada kemungkinan bahwa api ditemukan untuk tujuan mengubah batu kapur menjadi gamping, yang memanas waktu dicampur dengan air, dan secara lambat menjadi kaku.

Dari sudut pandang yang lain, beton dapat dikatakan sebagai material yang komposit. Pengetahuan tentang material komposit ini tampaknya sudah lama ada. Yang tertua yang tercatat adalah kombinasi tanah liat dan jerami, yaitu seperti yang disebutkan pada Kitab Keluaran (Exodus) pada jaman Nabi Musa.

Sekitar tahun 3000 SM tersebut, orang Mesir kuno menggunakan tanah liat yang dikombinasikan dengan jerami untuk mengikat batu bata yang dikeringkan, dan membuahkan piramida-piramida Ramses yang terkenal, mereka juga memakai kapur sebagai semen pengikat pada bangunan piramida di Giza. Beberapa peneliti mengatakannya sebagai beton kapur, sedangkan penulis lain mengatakan perekatnya dibentuk dari gamping (gypsum, kapur yang dibakar). Pada masa yang sama, bahan perekat digunakan untuk mengikat bambu pada perahu dan Tembok Besar di Tiongkok Daratan.

Dalam perkembangan material bangunan, bukanlah batu bata maupun pasta semen yang menjadi material ampuh. Batu sifatnya keras tetapi terlalu getas, sedangkan semen cenderung retak pada waktu mongering. Namun bila kedua bahan ini dikombinasikan menjadi beton maka jadilah material yang mungkin paling andal seperti yang kita kenal.

Ilustrasi proses pengecoran beton yang paling dini terdapat pada mural di Thebes, dari tahun 1950 SM. Gambar bagian atas memperlihatkan para pekerja yang sedang mengisi gentong (pottery container) dengan air, yang kemudian diaduk dengan kapur dan dipakai sebagai mortar untuk pasangan batu. Pada gambar bagian bawah tampak dinding beton sedang dibangun. Mengingat bahwa pada jaman itu belum ada alat-alat berat seperti crane dan bulldozer, timbul banyak pertanyaan tentang bagaimana cara mereka membangun piramida tersebut. Bahkan ada yang berhipotesis bahwa piramida dibuat bukan dari batuan yang ditumpuk, melainkan dari beton yang dicor ditempat (in-situ) secara monolit.

Gambar 2. Mural di Thebes yang menunjukkan pembuatan beton

Keterampilan membuat beton kemudian menyebar dari Mesir ke Laut Tengah (Mediterranean) bagian timur, dan pada tahun 500 SM digunakan di Yunani Kuno. Orang Yunani menggunakan komposisi dasar kapur untuk menutupi dinding dari bata yang tidak dibakar. Istana Croesus dan Attalus dibangun dengan cara ini. Beton pada masa tersebut terdiri dari batu-batu besar yang diikat menjadi satu oleh mortar kapur dan pasir. Dibuat demikian karena mortar terlalu lemah untuk mengikat semua bahan menjadi suatu masa yang utuh.

REFERENSI

CALCRETE v.2.0.1, Computer Aided Learning for Concrete, BCA.

Concrete and Cement, http://www.bookrags.com/research/concrete-and-cement-woi/

Introduction to Lepenski Vir, http://www.donsmaps.com/lepenski.html

Paul Nugraha, Antoni, Teknologi Beton, Penerbit Andi, 2007.

The History of Concrete and the Nabataeans, http://nabataea.net/cement.html

Tentang prabowoherry

Lifelong Learner
Pos ini dipublikasikan di Teknologi Beton. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s