SEJARAH SEMEN DAN BETON (Bagian 3/3)


Pembuatan Semen Artifisial (ERA 500 M – 1880 M)

Meskipun penggunaan material semen sudah cukup lama, namun hanya sedikit yang diketahui tentang susunan kimiawi semen, dan tidak ada perkembangan yang dirasakan cukup signifikan dalam kurun waktu antara 500 M hingga 1700 M. Baru pada tahun 1756 dimana John Smeaton yang ditugaskan untuk membangun mercusuar ketiga di Eddystone, Cornwall, di Selat Inggris. Dua mercusuar sebelumnya dibuat dari struktur kayu. Yang satu telah terbakar dan yang lain terbang tertiup topan. Smeaton sadar bahwa solusi satu-satunya yang praktis adalah membangun dengan blok-blok batu, tetapi masalahnya adalah bagaimana cara mengikatnya menjadi satu. Semen yang tersedia terlalu lemah dan lama pengerasannya. Struktur akan senantiasa diterpa air laut sehingga semen akan tersapu sebelum sempat mengeras.


Gambar 1. Mercusuar Eddystone kedua, terbuat dari kayu

Smeaton lalu menyelidiki berbagai mortar dari seluruh negeri. Mortar kapur akan mengeras di dalam air jika batu kapurnya mengandung tanah liat. Akhirnya dia menemukan suatu campuran kapur dan tanah liat yang akan mengeras bila dibakar. Dia menemukan bahwa batu kapur abu-abu menghasilkan mortar kapur yang lebih kuat daripada batu kapur putih dan memiliki sifat hidrolis. Penemuannya ini memacu penyempurnaan semen dan struktur pasangan batu bata. Smeaton membangun mercusuar Eddystone pada tahun 1759. Bangunan tersebut berdiri selama 126 tahun. Smeaton menuliskan penemuannya pada sebuah buku yang kemudian salah satu salinannya dibeli oleh Joseph Aspdin pada tahun 1813. Pemakaian beton terus berlanjut dan jembatan beton tak bertulang pertama dibangun di Souillac, Perancis, pada tahun 1816.

Pada tahun 1824, hampir 70 tahun setelah Smeaton, seorang tukang batu yang bernama Joseph Aspdin mengajukan hak paten di Inggris untuk pembuatan semen artificial yang pertama, dengan membakar campuran kapur dan tanah liat di tungku dapur rumahnya, dan kemudian menggilingnya hingga menjadi bubuk halus. Bubuk ini disebutnya Semen Portland. Disebut demikian bukan karena dibuat di tempat tertentu atau menjadi nama merk dagang tertentu, namun merupakan istilah generik karena warnanya yang kelabu dan kekuatan yang dihasilkannya menyerupai semen alami yang berasal dari Pulau Portland di Inggris. Apsdin membangun pabrik semen di Wakefield, yang pada tahun 1828 dipakai untuk membangun terowongan pada Sungai Thames.


Gambar 2. Joseph Aspdin dalam ruang kerjanya

Sementara itu, ilmuwan Eropa lainnya juga mulai menangani semen. Louis Vicaat dari Perancis, misalnya, menyiapkan kapur hidrolis buatan dengan kalsinasi campuran batu kapur dan tanah liat. Vicaat menganalisis kualitas semen, menyempurnakan pembuatan semen dan mengembangkan teori baru tentang hidrolisis dan pembuatan klinker.

Baru 20 tahun kemudian J.D. White membangun pabrik semen Portland di Kent, yang kemudian berkembang pesat di Inggris. Juga di Belgia dan Jerman. Semen Portland mulai digunakan untuk membangun system selokan di London pada tahun 1859 sampai 1867.

Salah satu kendala dari semen Portland pada waktu itu adalah harganya, yang hampir 10 kali harga semen sekarang. Ini karena mahalnya biaya manufaktur dan belum luasnya pemakaian. Baru pada sekitar tahun 1880 Ransome membuat kiln (tungku pembakaran) bersambung yang pertama, sehingga biaya pembuatan semen Portland lambat laun menjadi semakin rendah.

REFERENSI

CALCRETE v.2.0.1, Computer Aided Learning for Concrete, BCA.

Eddystone Lighthouse, http://en.wikipedia.org/wiki/Eddystone_Lighthouse

History of Portland Cement, http://www.concretethinker.com/detail/History-Portland-Cement.aspx

Paul Nugraha, Antoni, Teknologi Beton, Penerbit Andi, 2007.

Tentang prabowoherry

Lifelong Learner
Tulisan ini dipublikasikan di Teknologi Beton. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s